Pengaruh Ukuran Partikel Dan Suhu Terhadap Penyerapan Logam Tembaga (Cu) Dengan Arang Aktif Dari Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica)

Donna Imelda, Amalia Khanza, Dita Wulandari

Abstract


Limbah logam dalam perairan berbahaya untuk ekosistem air. Salah satunya adalah logam tembaga (Cu), yang dapat membunuh ikan-ikan pada konsentrasi 2.5-3.0 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan ukuran partikel  terhadap penyerapan logam Cu oleh biosorben arang aktif yang dibuat dari kulit pisang kepok. Kulit pisang kepok dapat dijadikan biosorben karena memiliki kandungan pektin. Arang aktif dibuat pada suhu 250oC selama 2 jam. Diaktivasi dengan HCl 3M selama 7 jam. Kemudian dikeringkan, diuji mutu arangnya sesuai SNI 06-3730-1995. Proses penyerapan Cu dilakukan dengan kondisi konsentrasi larutan Cu: 20 ppm, pH larutan Cu: 3, waktu kontak dengan arang aktif: 10 menit. Dengan variabel yang diteliti yaitu ukuran partikel (Mesh: 10, 40, 80, 100, dan 200) dan suhu (20oC, 40oC, 60oC, 80oC dan 100oC). Setelah dianalisa laboratorium dan analisa uji statistik menggunakan ANOVA, diperoleh hasil variasi ukuran partikel dan suhu berpengaruh pada besarnya konsentrasi Cu yang dijerap oleh arang aktif. Semakin kecil ukuran partikel semakin besar luas permukaan arang aktif semakin besar konsentrasi Cu yang terjerap. Semakin besar suhu semakin besar  konsentrasi Cu yang terjerap, tetapi bila terlalu panas, pori-pori arang aktif akan rusak. Seluruh uji mutu arang aktif memenuhui kriteria SNI 06-3730-1995.

 


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.31479/jtek.v6i2.10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats